Sebelumnya : Jumat, 12 April 2013
“Senang
rasanya melihat dia sedang dalam keadaan baik-baik saja. Walaupun hanya bisa
aku ketahui dengan membaca blognya. Postingan terakhirnya berisi curhatnya tentang
kesendiriannya. Dia masih sendiri. Bodohnya orang-orang yang meninggalkannya.
Sangat bodoh. Walaupun itu, sampai sekarang aku masih selalu mendoakannya agar
mendapatkan teman yang sangat baik, seseorang yang bisa menerimannya, menemaninya,
dan mencintainya. Itu isi dari segala doaku. Aku ingin menjadi teman baiknya.
Menemaninya, selalu ada untuknya. Tapi aku tidak bisa dan tidak tahu bagaimana cara
melakukannya. Senang rasanya melihat foto profilnya yang memiliki ekspresi
wajah yang khas. Walaupun aku tahu bahwa dia sangat kesepian.”
----------------
Rabu, kira-kira 1 minggu setelah bagian pertama -------------------
Pukul
6.28 pagi aku tiba di sekolah. Aku parkir motorku, meletakkan helm pada bagasi
motor kemudian segeraku ke pintu masuk sekolah. Bel tanda masuk berbunyi. Pintu
masuk sekolah terdapat dua pintu yang berdekatan, terbuat dari stainless dan
kaca seperti pintu supermarket, tetapi ini lebih lebar. Seraya berjalan menuju
pintu, didepanku ada seseorang perempuan. Aku melihatnya dari belakang. Aku
ingin melihat wajahnya. Tapi rambutnya yang panjang mengalingi pandanganku.
Akhirnya tidak aku perdulikan. Masuk ke dalam sekolah. Segeraku mengambil KTP
(Kartu Tanda Pelajar) yang berada di dalam dompet. Kartu itu adalah alat absen,
karena di sekolahku ini absensi dilakukan dengan sensor. Perempuan di depanku
menggesekkan KTP-nya. Kemudian giliranku. Kugesekkan KTP-ku, akantetapi
gerakkan tanganku terhenti. Ku kaget saat melihat monitor. Orang yang absensi
sebelumku itu ternyata dia. Yah…benar itu dia. Perempuan yang satu minggu lalu
kulihat di depan gerbang sekolah. Agak lama kuterdiam melihat monitor itu.
Kemudian suara menyadarkanku, suara guru piket yang menyuruhku cepat karena
antrian absen yang mulai panjang. Akhirnya kugesekkan KTP-ku. Kemudian menuju
kelas jam pertama. Senang rasanya, karena akhirnya aku bisa mengetahui namanya.
Karena monitor menampilkan foto, nama, dan NIS saat melakukan absensi. Hari ini
aku senyum sepanjang hari dan hari terasa sangat cerah walau saat itu cuaca
sedang panas-panasnya. Tak tahu mengapa tapi rasanya aneh sekali setelah
mengetahui namanya. Dan nama dia D*** P****** S***.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking